PURWAKARTA — Dakwah Pengabdian Umat (DPU) STAI Al-Muhajirin Purwakarta tidak sekadar menjadi agenda akademik bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut didorong menjadi ruang pembelajaran nyata agar mahasiswa mampu membaca persoalan masyarakat, membangun kolaborasi, sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Al-Muhajirin dalam sambutannya saat melepas mahasiswa STAI Al-Muhajirin untuk melaksanakan kegiatan DPU di Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Purwakarta.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus ditampilkan dalam bentuk kegiatan akademik yang sarat teori. Justru, mahasiswa dituntut mampu melihat kebutuhan masyarakat secara langsung dan menempatkan ilmu yang dimiliki sebagai instrumen untuk memberikan solusi.
“Tidak selalu harus bawa kitab Al-Fiyah, tidak selalu harus bawa buku-buku yang tebal. Kita lihat kebutuhan di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat Kertamanah. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa selama DPU tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa harus belajar melihat persoalan yang ada di masyarakat. Dari sana, ilmu yang dimiliki bisa diterapkan dan dikembangkan menjadi solusi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kertamanah, Rahmat Iskandar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa STAI Al-Muhajirin di wilayahnya melalui program Dakwah Pengabdian Umat (DPU).
Menurutnya, kegiatan mahasiswa tidak hanya memberikan warna baru dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang bermanfaat.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kertamanah tahun ini turut digagas dan didukung oleh mahasiswa DPU STAI Al-Muhajirin. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah penyelenggaraan santunan bagi anak yatim.
“Alhamdulillah, kegiatan Maulid tahun ini turut digagas oleh mahasiswa STAI Al-Muhajirin. Mereka juga mengadakan santunan untuk anak-anak yatim sehingga kegiatan ini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rahmat Iskandar.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh nyata bahwa semangat pengabdian dapat menghadirkan kebersamaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al-Muhajirin juga menyerahkan bantuan untuk mendukung rehabilitasi Masjid Al Barokah. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua DKM Masjid Al Barokah, Ust. Ahmad Rifai, disaksikan oleh tokoh masyarakat dan warga setempat.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Al-Muhajirin dalam mendukung penguatan sarana ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat. Diharapkan, rehabilitasi Masjid Al Barokah dapat segera terealisasi sehingga semakin nyaman digunakan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas bahwa pengabdian yang dilakukan STAI Al-Muhajirin tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui kepedulian sosial serta dukungan nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
STAI Al-Muhajirin Purwakarta adalah perguruan tinggi Islam yang berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang bernaung dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Kampus ini mengintegrasikan pendidikan akademik dengan nilai-nilai keislaman melalui pembelajaran yang menggabungkan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan spiritualitas. Berlokasi di Jl. Veteran No.155, Nagri Kaler, STAI Al-Muhajirin menawarkan program studi seperti Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Manajemen Pendidikan Islam, Perbankan Syariah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Manajemen Bisnis Syariag dengan tujuan mencetak lulusan yang kompeten secara akademik sekaligus memiliki akhlak dan integritas sebagai profesional Muslim yang berdaya saing